Sabtu, 28 Juli 2012

Menikam Langit Juanda

aku duduk di ruang tunggu

burung besi berlalu lalang

pagi subuh sehabisku tiduri Malang

kabut tipis setipis bayangmu

ufuk timur yang terlihat hangat

ku tinggal kenangku di sini

ku geletakan di hangar sepi

kau yang tak lagi peduli

lihatlah,aku menikam langit

kemudian mencerca maki

agar langit cerah berubah tangis

di pulau lain

ku harap menjadi orang lain

tanpamu

tanpa kenangan


-Surabaya,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar