Senin, 19 November 2012

Timur Matahari

Kami menuju timur matahari

Membunuh penat yang selama ini menggagahi liang bahagia

Melingkarkan sekali lagi senyum bibir yang nyaris tak bernyawa

Jalan mengular

Menyibak hutan yang tak lagi perawan

Kami menuju kota,di timur matahari


Hujan mengiring

Kenangan kelam mengering

Kami tidur dipangkuan bukit

Di atasnya ada beribu lampion

Yang tak habis jenuh engkau pandang

Setiap malam

Kami tertawa di pangkuan langit

Di atas bianglala juga wahana wahana

Sekejap luluhkan sedih yang remang

Kami menikmati kota,timur matahari


Kicau burung lembah cinta pagi hari

Semerdu celoteh sahabat dan jiwa jiwa tengah bernyanyi

Mengapa hari ini begitu cerah?

Bukankah matahari nampak malu-malu berselimut awan?

Senyum tawa tergantung di pucuk cemara jangkung

Bahagia terselip di jurang curam menikung

Lebih hangat dari matahari sehabis mendung

Kami menikmati kota,timur matahari


-Kota Batu,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

Jumat, 09 November 2012

Pengemis

pengemis tidak meminta harta

ia hanya mengingatkanmu, tentang surga

di telapaknya,rezeki orang orang dibagi

sebagai pembersih diri

di mulutnya,yang meminta iba

terselip doa

“masukkanlah ia,ke surga”


pengemis tidak meminta harta

janganlah engkau beri cerca

ia adalah pelajaran

yang tak tertulis di papan tulis

ia pelajaran

berulangkali diajarkan oleh guru mu

sang kehidupan


Pengemis tidak meminta harta

ia hanya ingin mengingatkanmu,

tentang surga


-boyolali,2012


Published with Blogger-droid v2.0.6

Sabtu, 27 Oktober 2012

Masihkah Engkau Mencintaiku?

jika hujan,rintiknya tak lagi mencumbu tanah

masihkah engkau cintai aku?


jika dasar tebing,tiada lagi curam

untuk menghempaskan jiwa

manusia-manusia patah hati,

masihkah engkau cintai aku?


jika negeri yang kata mereka kaya

tiada lagi ada yang kelaparan

masihkah engkau cintai aku?


jika akhirnya,dunia berdamai kepada perbedaan

masihkah engkau cintaiku?


cinta,terkadang terbentur relief realita


-Boyolali,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

ironi

Senja kini usai mengibarkan malam
sesaat setelah surat,
mengabarkan kematian
toleransi yang tak lagi bernyawa,tulisnya
sepahit kopi pekat pembunuh penat
Keyakinan membuat sekat-sekat
Kita saling bertukar belati di ulu hati
Justru karena yakin Tuhan itu ada
kita,
Manusia



-Boyolali,2012-



Sabtu, 20 Oktober 2012

Laut

hidup telah tergaris melarat

suka duka melarut

melarung nafas ketepian

mendebur ombak kesunyian

masih berbekas tapak kaki di pasir pasir

sebelum lenyap terbawa air

selayang pandang ke batas pemisah

langit,laut,dan matahari

sungguh nikmat, diaeduh dengan luka hati

pada laut yang kutumpahkan resah

tempat singgah

ketika lelah


-Boyolali,2012


Published with Blogger-droid v2.0.6

Senin, 08 Oktober 2012

Hujan


Hujan datang lagi!
Hujan datang lagi!
Hujan datang lagi!
Nampaknya hujan berhasil melukis senyum di bibir mungil adik kecil
Berhasil memburamkan nalar bahwa ia juga menyimpan gigil
Adik kecil memeluk hujan dengan riang
Ia telah menunggunya sepanjang tahun
Menunggu rintik rintiknya membasahi kerontang detik

Ah...
Siapa yang tidak mencintai hujan?
Setiap mendungnya adalah layar bergambar kenangan
bagi penyendiri yang kehilangan riang
Ia lebih manis dari gula,
Jika dipadukan dengan secangkir kopi
dan dinikmati bersama kekasih
di bawah kanopi
Peluk kekasihmu juga menjadi lebih bernyawa
Jika hujan bersenggama dengan malam
Dingin yang bercampur angin
kemudian lahir gigil

Hujan lagi!
Hujan lagi!
Hujan lagi!
Kali ini hujan tak lagi berhasil meraut senyum adik kecil
Gemericik di atap rumah tak lagi menjadi irama abstrak yang syahdu
bahkan bagi kekasih yang tengah memadu rindu

Ah manusia
Selalu ada syukur untuk kehadiranku yang pertama
Sebelum ada serapah di rintik-rintik setelahnya,
Pikir hujan



-Semarang,2012-

Minggu, 07 Oktober 2012

Tukang Cuci

Tukang cuci mengetuk pintu kami pagi pagi

Di sini ia mengais rezeki

Tangannya terampil

Membasuh hingar bingar  semalam

Menjemur kering mengusir dendam

Noda noda meluntur

Nurani kami kian mengendur

Tukang cuci tidaklah sombong

Ia pergi dari pintu ke pintu

Lalu dan berlalu

Tanpa mengenang sebagai masa lalu


-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

Sabtu, 29 September 2012

Pesawat

Pesawatku ini tercipta dari lekuk kertas

Ia begitu bersahabat dengan angin

Tiada perlu kincir ataupun turbin

Pesawatku hadir kapanpun engkau ingin


Pesawatku ini,

Segala harapan terbawa berselancar udara

Melihat kehidupan

Melewati lesung pipimu

Yang kuharap ia mampu membawa serta ke masa depan


Pesawatku ini begitu rapuh

Ia takut gerimis

Yang membuat miris sayap sayap tipis

Maka saat engkau sudi bersama kita rajut tempuh,

Kuharap tak hadir tangis meluruh


-Boyolali,2012


Published with Blogger-droid v2.0.6

Kalender

Sederet angka teratur

Cerita cerita tak henti susun mengalir

Kemarin,hari ini,esok

Adikku paling kecil paling suka warna merah

Semerah bibir manisnya yang basah

Di sana kami berbagi riang, berdansa di mulut karang

Celotehnya

Lingkaran lingkaran di pinggang angka

Ulang tahun ayah

Ulang tahun ibu

Hari jadi....

Bla bla bla

Semua tentang suka cita

Kecuali kehilangan,

Tetap saja kunikmati di tiap detik

Hari ini,berbulan lamanya

Namun kenangan

Tak pernah gagal membuatku begidik


-Boyolali,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

Sabtu, 22 September 2012

Ranting-Ranting Kering

Ranting mengering gugur daun terakhir

Kicau burung kabarkan duka

Berayun ke peluk angin semilir

Bukan emas,

Air menjadi barang mewah di tanah kami

Bukan air buah duka gundah gulana,

Air mata


Menyesapi terik yang tidak membuat haus melega

Menenggak bara layaknya tuak

Tak lebih menyegarkan dari jelaga

Ini kerongkongan meranggas mati

Sekering ranting yang sebetulnya tiada sudi

Daunnya tiada


Hujan rintik rintik

Jemarimu yang lentik

Semua begitu saja berlalu

Melahirkan rindu


-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

Jumat, 21 September 2012

Nyata dan Ilusi

Pagi ini mencerahkan

Dari sisa sisa nadir semalam

Embun seusai gelap

Ribun senyum sehabis sembab

Sehabis tangis

Duka hati yang sekarat

Datang dan pergi

Hidup juga mati

Aku

Dirimu

Nyata dan ilusi


-Semarang,2012


Published with Blogger-droid v2.0.6

Senin, 17 September 2012

Daun Kering

Ketika selayang pandang

Engkau sematkan ke sekitar,

Keindahan itu memiliki banyak arti

Dedaun yang bergugur

Semilir angin menegur,pelipis syukur

Jingga senja di barat merajut mega

Seseorang yang membuat hati sudi menunggu

Semoga tak lupa

Dimana pertama kali ia bercumbu


-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

Selasa, 11 September 2012

Kubur Kita

Adalah yang membuat matamu sembab

Kita seringkali terjerembab

Pada pertengkaran tanpa sebab

Padas batu,paras rupamu

Deru amarahku,mengadu

Api dan kayu bakar berseteru

Tiada manfaat bagi keduanya

Selain menjadi abu


Amarah memamah lembut desah rayumu dulu

Tak ada lagi "kita" diantara dua manusia

Rona lesung pipi terasa masam

Juga lekuk tubuhmu terlalu dingin

Bukti cinta tak lagi ingin


Begini saja,

Engkau tulis nisan tentang kenangan

Sedang aku gali kan kubur untuk semua perasaan

Untuk hal ini

Maukah engkau berteman?


-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

Keranda Kekal

Abu dari puntung bertabur haru abu abu

ku hisap dalam dalam campur kejut sembilu

siapa yang tau?

beliau yang masih sempat melayangkan ramah

senyum bersemilir rumah ke rumah

namun seperti petir menghunus terik siang

Ketiadaan menjemput lancang


Tangis anak anakmu

Berat hati istrimu

Duka kami,para saudara

Leburlah menjadi satu

Doa pengantar surga


-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

Senin, 10 September 2012

Tungku Dapur

Tiap pagi,
Ibu memulai hari
bersahabat dengan api
setengah mentari di pelupuk pagi
kemasi kantukmu nak,katanya berbisik
mencumbu hari lebih awal
sebelum pagi ranggas terbakar terik

Aroma bawang selesai rajam
kepada dada dan sayap pisau menghujam
sedikit garam dan cuka
yang kadang terpakai untuk menggarami luka

Semua berakhir di meja makan
di sana, semua bumbu tadi berubah menjadi harapan
dan doa serta syukur sebagai kudapan
aku cium keriput di telapak tangan ibu
harapan harapan dari tungku dapur
kujadikan semangat tiada  hancur



-Semarang,2012-





Minggu, 09 September 2012

Senja


Jadi, adakah yang lebih ramah selain langit senja?
Bersama sang kekasih, angin yang gemar menggelitik dedauan
Ia hadir setelah mentari memaksa keluh kesah
Meluncur deras dari mulut yang gerah
Ia hadir sebelum gelap meramu sunyi dan sepi
yang kemudian selalu saja tak pernah gagal
menikam tepat dengan segala gundah


-Semarang,2012-

Selasa, 04 September 2012

Jatuh Cinta

aku menjadi awan dalam kisah kali ini
sedang engkaulah tanah yang memikat
eros memanahiku
dengan busur parasmu
salahkan pada ia,
yang sering disebut "jatuh cinta"
atas semua rintik
setelah aku menghalangi terik
yang memaparmu
tiap detik

Jika mawar itu adalah hatimu yang merona
atau bebatuan bebatuan
perwujudan segala keteguhan
rintik ku tak seperti rintik tangis
ia tak jadikan hati melayu
atau teguhmu melapuk


-Semarang,2012-

Selasa, 28 Agustus 2012

Bersahabat Dengan Malam

Layaknya engkau
Akupun tak benar benar bersahabat dengan malam
Iri sempat tertabur dalam tiap pandangan
yang ku hunus beberapa kali kepada mereka
bersenggama dengan malam
mengecupi mesra dingin dan gigil
bersulang dengan arak setenggak

Kita adalah pelarian
dari siang yang membenci kita
Sedang malam
tak sempatkan waktu membasuh luka,
lalu kapan?
jemari memetik dawai tawa?


-Boyolali,2012-

Minggu, 19 Agustus 2012

Hujan

ada kala pertayaan memyeruak

"kemana air mata mengalir?"


"jika engkau merelakannya,ia mengalir lurus di lesung pipimu, mengalir diantara padas di gersang hati, dan bermuara pada kenangan.

Lalu menguaplah ia menuju awan

kemudian turun sebagai hujan bahagia

dan pelangi itu,

senyum lepasmu"


-kediri,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

Jumat, 17 Agustus 2012

Nenek

setiap hari

setiap pagi

Ia beradu lantang dengan raungan jago

ia beradu terang dengan cahaya timur

untuk kesekian kali,

ia menang


suaranya lantang yang menggelegar

mencambuki kami tiap pagi

terpaksa mimpi tak kami habiskan

sisanya kuselipkan di ingatan


Tetaplah ia tegar

meski kerut kerut nya sejajar

siang ia bergelut dengan diri sendiri

senggalan nafas renta

kaki kaki yang mulai merasa

tak lama lagi

mereka tak kuasa

namun untuk kesekian kali,

ia menang

yang kita bisa lihat

dari semangat yang patut dikenang


-Kediri,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

Surya Gerhana

Engkau matahari

aku rembulan

mampuku hanya memantulkan

terik terik kebahagiaan


engkau matahari

aku rembulan

sejauh langkah mengejar

di ujung katulistiwa

cepat cepat engkau karam


engkau matahari

aku rembulan

aku hanyalah kesendirian

dalam gelap penuh cekam


-Kediri,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

Kedua

     :untuk keponakanku yang belum bernama


Seperti hujan setelah kering semusim

seperti indah subuh

sehabis cekam semalam

engkau yang kini mungil

terbaring berselimut senyum

yang memang Penciptamu titipkan

untuk kado ibumu

untuk hadiah ayahmu

atau juga anugerah bagi kami

dunia sejenak haru


mungil tangan yang kini engkau miliki

mana mampu menggenggam dunia

mana sanggup menghantam seisi samudera

Namun Ia bukan Tuhan yang kikir

hadirmu,bahagia tak lelah terukir


kelak,

jika engkau cukup mampu tuk melihat,

nikmatilah semilir angin

kicau burung di halaman belakang

gemericik air sungai seberang

atau ranum mekar bunga taman

bersahabatlah dengan mereka

bergurau bersenandung

agar kelak jika waktu memaksamu dewasa

engkau tak menjadi perusak,

seperti pendahulu berhati sesak


tumbuhlah seiring dengan waktu

menangislah keras tak kenal takut

selamat datang,

selamat bersenang senang


-Malang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

Selasa, 14 Agustus 2012

Gulir Semusim

Demi Waktu
Bergulir tiada jemu
Tiada yang lebih menyejukan
Di masa penghujan
Selain derai gemericik
Gerimis tawa lepasmu

Tiada yang lebih benderang
Di hangatnya kemarau
Selain terik senyum simpul
Yang teruntai lugu
Di bibirmu

Published with Blogger-droid v2.0.6

Tembok

Ini terlalu kokoh
Padahal akhirnya aku yang menikmati sendiri
Jika raut wajahmu sebagai batu batanya
Maka kerinduanku adalah perekat
Ku ikat tanpa sekat

Tembok ini ku susun sendiri
Memperangkap aku
Dengan kokohnya nyeri
Tiap detailnya bercerita
Bahkan kadang lahir cerca
Keputus asaanku
Dan kepergianmu

-Kediri,2012-

Published with Blogger-droid v2.0.6

Sepi

aku tak tau
apa yang menjadi desas desus
antara malam dengan semilir angin
antara daun kering dengan gemerincing ranting
maukah kalian mengajak serta 
aku,
yang telah mengakrab dengan sepi
agar sesekali bertumbuh kata 
di lidah yang lama tak berlari
ingin aku mengenal malam
agar aku tak lagi mati dalam sunyi


-Kediri, 2012-


Jumat, 10 Agustus 2012

Aku Simpan di Tiap Relung


Aku sulut sebatang rokok di kamar ini. 
Yang mungkin akan keluar murka mu jika seandainya engkau tiba – tiba masuk, entah ingin menengok apakah aku telah terlelap, bercanda dengan mimpi – mimpi kecilku, atau sekedar mengusap dahi dan melempar sekecup cium untukku malam ini

Aku hisap sesekali
sambil membuka kembali album album lama penuh debu ini
lembar demi lembar ada cerita pendek perlahan beralun lirih menggoda kenangan di lubuk terdalam untuk menari nari bersamanya, 
menyelami masa lalu
mengarungi siluet siluet yang kini aku rindu

Ingatanku hinggap di ranting dahan
yang dedaunanya bergambar engkau sedah marah besar ketika aku beribu kali membangkang juga mengacuhkan tutur serta nasehatmu
juga ketika aku menangis sejadi  - jadinya, saat mereka menertawaiku, saat aku tak tau apa itu tegar
pelukmu adalah singgahku

Ibu,
Tak pernah aku benar  - benar membuat engkau menangis bahagia
tak bernah aku benar benar membuat engkau berucap kepada mereka,"Itulah anakku"
Sebongkah senyum simpulmu
gelegar gelegar amarahmu
derai derai airmata kecewa
juga alunan tiap suara dan tawa
jika engkau berkenan,
ingin aku gantung di relung - relung
agar bergemerincing riuh
menyemangatiku disaat datang keluh

Kemarilah,
andai ada sedikit waktu melepas surgaNya
jangan engkau, 
kali ini aku yang memelukmu
menciumimu penuh haru
hingga habis segala rindu



-Kediri,2012-


Minggu, 05 Agustus 2012

Sajak Pendek Serumpun Kata #4

Yang tersisa hanyalah gegar
dari segala debar yang engkau tebar,
dahulu


-Semarang,2012-

Sajak Pendek Serumpun Kata #3

Ingin lekas aku kenakan dilekukmu
Ini gaun tak selesai rajut
dari helai demi helai
cerita yang berurut
kemudian berhenti
ketika engkau enggan menepi



-Semarang,2012-

Sajak Pendek Serumpun Kata #2

Tertumbuh rasa takut
Pada suatu masa
aku tak lagi bersajak
Karya tak lagi menyerebak
terkulai kalah telak
mati sebelum mati



-Semarang,2012-

Sajak Pendek Serumpun Kata #1

Masih ada setumpuk harap
untukmu
kalau suatu saat engkau sudi
untuk menyusun derap
agar aku kembali dekap

-Semarang,2012-

Minggu, 29 Juli 2012

Aku Tak Yakin

Aku tak betul betul yakin
tentang puisi puisi
tentang sajak sajak
yang bercerita segala tentangmu
akan engkau sudi resap
sudi engkau dekap
layaknya aku meniduri rindu
dalam dalam setiap lelap

-Banjarmasin,2012-

Published with Blogger-droid v2.0.6

Langit Malam BanjarBaru

Aku sulut batang demi batang
di teras atas,rumah singgah
aku lebih dekat langit malam
satu dua bintang temaram
namun bulan tak nampak ia
entah enggan
entah bosan

Di Banjar Baru,aku berseru
ku tenggak kenang-kenang pilu
ku rebah agar bilur tak lagi sembilu
karena engkau yang tak lagi nampak
entah enggan
entah bosan

-Banjarmasin,2012-

Published with Blogger-droid v2.0.6

Kemarau

Pohon beranting kering
belum tersentuh hujan semusim
awan bergumul riang dengan yang lain
camar - camar tak segan segan
jelajahi penjuru angin

Kapan terakhir hujan bergugur?
sama seperti kapan kita
terakhir bertegur
akan ku akrab'i engkau,kemarau
semata agar aku tak lagi
berteriak parau
baik namamu
atau segala masa lalu

-Banjarmasin,2012-

Published with Blogger-droid v2.0.6

Sabtu, 28 Juli 2012

Menikam Langit Juanda

aku duduk di ruang tunggu

burung besi berlalu lalang

pagi subuh sehabisku tiduri Malang

kabut tipis setipis bayangmu

ufuk timur yang terlihat hangat

ku tinggal kenangku di sini

ku geletakan di hangar sepi

kau yang tak lagi peduli

lihatlah,aku menikam langit

kemudian mencerca maki

agar langit cerah berubah tangis

di pulau lain

ku harap menjadi orang lain

tanpamu

tanpa kenangan


-Surabaya,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.4

Sabtu, 16 Juni 2012

Aku Lelah Menipu Diri

aku tambatkan engkau sepi
pada rima juga sajak yang liar
tiada kekang ia dengan keharmonisan
liar
seperti mataku melihat sosokmu

aku dahaga
biarkan ku teguk keluh kesahmu
kita adalah insan insan kesepian
anak anak adam
bimbang simpang jalan
tangan tangan mengeriput
kening mengerut
aku peluk engkau
untuk terakhir kali
aku lelah menipu diri


-Boyolali,2012-

Rabu, 06 Juni 2012

Kunang Kunang di Senja Semarang

Cahaya nya mulai meredup

Kunang kunang yang lelah menghibur diri

Menanggap dirinya berada

kunang kunang lelah menipu diri

yang nyata nyata ia terlahir sendiri

jikapum ia memulai cinta kembali

tetaplah ia redup

karena terlambatlah ia

untuk mulai merajut


-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.4

Menenangkan Kenang

Tertinggal selembar harga diri

terselip di saku dada

cukup dekat dengan relung hati

yang bilur bilurnya

kadang masih ku cumbui


cukuplah ku belikan sebatang

Perlahan terhisaplah ia

sengaja ku pelan

hanya agar lambat melarut

di kerumunan sunyi aku susut

bersetubuh rindu yang akut


-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.4

Sabtu, 19 Mei 2012

Telanjang


Telanjang
Ingin ku telanjangi engkau
Saat mata kita saling menghunus
mulut kita saling merangkai kata
Ingin ku telanjangi engkau
Agar jujur tak tertutup muslihat
Saat saling muntahkan debat

-Boyolali, 2012-

Amarah

Setindih cemas bergejolak
tak ada lagi liur yang basah
ini kering tak kuasa teriak
aku legam dalam bara
gusar menggarami gegar
ngilu ini
apa engkau tau?

Syair ini tak selesai setengah
ku tulis tanpa nada jua jiwa
terlalu kosong setelah kau renggut
tak ada lagi isi isian
harapan,kasih, ah apalah itu
tai anjing

Geram ku ingin, mewarnai bayangmu
sebiru bilur,semerah nanah
ngilu ini,
apa kau tau?


-Boyolali,2012-

Senin, 14 Mei 2012

Mawar, cinta, dan harap

Ini mawar tanda cinta

yang ku tunggu ia semusim terakhir

taman yang terbiasa gersang

akrab dengan badai,bersahabat derai derai

masih sudikah engkau bertumbuh?


ada harapan

bila hujan kini tak lagi sungkan

mencurahkan ribuan senyum

ada harapan tentang semi

sehabis nyaris mati


tiada ingin membuatmu menunggu

jika ini meresap benar

dan tak tersirat ragu

mulut akhirnya pasti menyeru

"aku cinta kamu"

aku hanya menunggu

sampai mawar

benar benar tumbuh


-semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.4

Rabu, 09 Mei 2012

Foto Dalam Bingkai

ini semilir semilir getir

yang kucumbui lusa

aku simpan di bingkai raga

foto yang satu satunya tertinggal

dari kita yang telah gagal


aku suka menunggumu di sini

suka atau sukar melupakan lebih tepatnya

ku buka rantang bekal

ku kunyah segala kenang

ku tenggak sesekali ngilu mengekang

hingga lapar ini sudi meluruh

beserta sederas derasnya peluh

yang mungucur karna terik

melahirkan fatamorgana

harapan yang kini keruh


-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.4

Kamis, 03 Mei 2012

Tertidur Enggan Tersadar

Bermimpi seakan bergugur

Ia gegar juga memar

Hempaslah ke punuk samar

Aku paksa tidur

Ku lecut segala dengkur


mimpi ini tersisa setengah

Tak kau lumat habis sekali telan

Terburu buru ragamu beranjak

Menjadi bunga tidurnya

Sebelum aku tumbuh bijak


Geram kudaki,kemudian luruh

Bergemuruh lantas mengeruh

Sempat ku singgahi sadar

Tiada mampu bersanding dengannya


Kenyataan ini memaksa

Selalu menyedihkan

Untuk hati yang tak kuasa


-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.4

Senin, 30 April 2012

Dua Pejuang Kecil

                                                       *untuk sahabat kecil, Gloscindy


Yang ku ingat darimu
Kita kemasi amunisi
selongsong buku,
beberapa pensil juga raut
kami pejuang kecil
semangat enggan tuk surut


Senyum kita terus tumbuh
Menikmati semi nya ilmu
yang bertumbuh subur
dari derik derik kapur
jemari jemari yang tak Letih
ia Hartini, sang guru


Bukankah ini yang membuat rindu
sering kali menderu gebu
atas waktu yang angkuh melaju
berlalu bertumbuh haru


Jika ada sempat kan tersirat
andai kita saling merapat
adakah yang yang lebih indah
dari leburnya kenangan usang
menjadi riuh tawa yang membentang
hingga saat ku pandangi kepak mu
di pelupuk jauh katulistiwa
sahabat kecil yang kini melaju


Kita Pejuang kecil
Berlarilah
Hendak ku temui kau disana
Ketika perang tak lagi hardik
Di saat kita sama sama
menjadi berada




-Semarang, 2012













Sabtu, 28 April 2012

Buta

Dunia ini terlalu gegap gempita
Untuk ku lukis dengan lidah
Yang gagap oleh gulita
Ketidak kemampuan
Ketidak sempurnaan

Atau ketidak mauan
Aku
Kering yang gersang





-Boyolali,2012-

Published with Blogger-droid v2.0.4

Raut Langit

Usai tertusuk terik
Senja jingga perlahan merapuh
Gelap mulai menggerayang
raut Rupa langit berganti
Aku berlalu
Terlelap rindu rindu
Juga letih letih berderu
Kemarilah
 Kita akhiri ini



-Boyolali,2012-

Published with Blogger-droid v2.0.4

Kamis, 26 April 2012

Pemuda

sempatlah timbul keluh
atas kerikil yang bertubi rajam
juga sumpah serapahku
untuk semua jalan yang meliku
karenanya aku sesat

aku hanya manusia
tak ada beda dengan lain
yang masihlah berkepala dua
egois yang mengkikis
 persetan dengan kebutaanku
terjang menghadang
ada saatnya waktu
saat tumbuh sesal mengaru
aku berpulang
kau berpaling


-Semarang,2012-

Published with Blogger-droid v2.0.4

Rabu, 25 April 2012

Aku Singgah, Kemudian Lari

seorang sebelum diriku
di tempat ini ia basuh peluh
meresapi ngilu ngilu pilu
juga senang yang berdendang
lemah luka lukamu
candaan beribu
lebur mereka nampak satu



aku bergegas
sebelum semak mulai ranggas
dan tak ada lagi harap bagiku
kedua kaki yang siap
tangan tanganku tanggap
masa depan mestinya kuraih
sebelum habis derap
kemudian menguap



-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.4

Menggigil sepi

ini kelam sungguh sunyi
bunga tak menyemai
biola tanpa dawai
tiada takutku
pada sepi yang mengharu
kepadanya aku melacur
kemolekan masa lalu
yang mungkin rembulan jemu
kepadanya ku lebur jiwa gundah
kepadanya keluh kesahku
daun daun berderik
angin sesekali berbisik
ini kelam sungguh sunyi


-Semarang,2012-

Published with Blogger-droid v2.0.4

25 april

hantarkan aku kesana
ke ladang yang penuh sesak
kenang tak sudi layu
kayu melapuk
angin semilir getir
yang merindu
kamu



3 tahun lalu,tepat hari ini
jiwa ku berkeluh,mati rasa
untuk pertama kali
ku rangkai cinta cinta
ku kalungkan ia di jiwamu
getar raga ku kentara
gugup aku padamu



hanya salahku,
aku tak mengalungkannya
demikian erat
hingga ia datang,
dan kalungkan jua padamu
aku memudar
setelah itu tiada pijar





-Semarang,2012-




Published with Blogger-droid v2.0.4

Senin, 23 April 2012

Tuak

canda dalam sendawa
tuak tertenggak
kami tak rasakan melaju
luruh meluruh
mengaliri getir nadir
Kami lupa Tuhan



Terus teguk lah
kita nyaris sampai
pelipir damai,angin semilir
Tak lagi nalar tersirat
gelombang tiada seimbang
kami lupa Tuhan





-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.4

Minggu, 22 April 2012

Sepenggal Sapa

Aku tak jua melebur
bahkan malam kian larut
kularung lamun ke gelap nan lapang
aku terjaga di dalam ilusi
yang terus menuntunku berpuisi
tentangmu
tentang luka yang terus bersemi



ini kesekian kali ku bersajak
kuperlihatkan ketidakmampuanku
bersahabat dengan mulut juga lidah
untuk sekedar bertutur, layangkan sapa

 rangkaian kata tak pernah terbentang
hanya harap yang mampu ku semai
kepadamu, seseorang yang berlalu




-Semarang,2012-

Published with Blogger-droid v2.0.4

Peluklah Aku, Sekali Lagi

                        *untuk ibunda di surga

Tanya yang kulayangkan padamu
di sela doa yang mengucur
sampaikah ia di genderangmu?
hasrat yang tak hancur tergerus
sekedar kita bertukar cerita
tentang pelajaran hidup, tentang cinta yang tak redup
sekedar menikmati amarahmu
aku pembangkang yang terkasih

Ini terlambat,
Air mata yang angkuh untuk bercucur karna mu
sudilah ia basahi namamu
samar menghilang di nisan yang melapuk
di sanalah kenangan kita bertumpuk
di sana jua seluruh alur alur paragraf
tak mungkin lagi berlanjut

tanya yang ku layangkan padamu
tak perlu lagi engkau dengar
hanya ketahuilah ,ibuku
peluklah aku, sekali lagi
hanya ku ingin lihat senyummu
ketika ku tumbuh dengan waktu


-Semarang,2012-

Published with Blogger-droid v2.0.4

Beberapa Sajak Mawar

**

ada beberapa rangkai bunga
Seragam warna seragam semerbak
di tiap untai terkandung pesona
kelopak demi kelopak ia himpit susun
indahlah ia
bukan semata wujud atau rupa
ada yang lebih penting
kebersamaan

**

ia kuncup yang enggan merekah
semestinya ia seharum mereka yang lain
merah merona,mekar menggoda
Menjamu kumbang kumbang terpesona
atau bersolek di terik siang
tidak,
ia kuncup yang enggan merekah
ia kuncup yang urung berkembang
adakah haram menjadi diri sendiri?
adakah indah memaksa diri?
ia kuncup yang pasti merekah
pada waktunya

**

petiklah aku tuan
petiklah satu
sampaikan aku pada ia yang kau tuju
tempat rindu rindu meruntuh
ia yang tercermin dalam senyum simpul
ia yang menggoda lamunan
cintailah ia
dengan kesederhanaan
karna kelak benci berganti mekar
seiring cinta yang melayu kering
layaknya kisah-kisah kasih
sebelum kamu


-Semarang,2012-



Published with Blogger-droid v2.0.4

Menawar Maut

Ini pelataranMu
tempat jiwa jiwa termenung
dalam hening menunggu
siksa atas lumuran dosa
atau tenang
atas menggunungny amal
Harga yang harus terbayar
dari lalai yang beruntun




Aku terbalut takut yang akut
Aku yang lalai
mendekat rapat siksamu
disana aku terkulai

Datanglah kapan saja
wahai maut yang merenggut
datang lah kapan saja
di saat aku tak lagi memiliki rasa
datanglah



-Semarang,2012-

Published with Blogger-droid v2.0.4

Aku ingin Berlanjut


Ada kabut yang tak sudi menipis
sekian kali menyamarkan duri
aku urung bertahan
namun aku tak cukup tekat untuk melaju
Beberapa luka kembali menganga
memaku kaki untuk tak berlari


mereka telah sampai 
kepada tujuan si keping keping 
dari mimpi indah semalam
yang terajut rapi
dari buih buih harapan
yang terseduh hangat
dari benih benih harapan
aku ingin melaju
aku ingin berlanjut
layaknya mereka


-Boyolali,2012-

Sabtu, 21 April 2012

Harusnya ini Tahun ke 3 Kita


Kapal ini tak berjangkar
Sengaja aku buang ia ke dasar
Ku putus tali temalinya
Ku dayung tak akan kembali
Jemari meraut kenang kebersamaan kta
Kesederhanaan dan kasih
Paling tidak kau cukup lama
Yakinkan diri berteduh di pelukku

Angin enggan memaksa hempas layarku
Ombak pun senyap tak sudi berhanyut
Kapal yang ku susun dari sisa sisa semangat
Sedikit demi sedikit ku kais
Kemudian rekatlah mereka pada tekat
Yang belum sepenuhnya habis engkau renggut

Aku tak yakin kau ingat
Mungkin ia pesiar terlalu menyilau mata
Untuk sekedar menengok kapalku
Bimbang dan nyaris karam
Ya peluk lah ia..bahagialah
Sesukamu
Aku hanyalah sisa sisa
Dari yang sia sia

-Boyolali,2012-

Sampah Jalanan



Aku tak pernah bercengkerama dengan keluh
Bagiku ia hanyalah gerombolan sia sia
Menggerogoti perlahan lahan nalar
Memang kadang aku tak terlalu akur
dengan perutku yang seringkali menggerutu
menyesalah ia bersama ku
Kecewalah ia
Lapar yang selalu mengencingi

Tak ada hal lain yang ku ingin
Selain esok yang membaik
Dimana aku tak perlu memacu
mengganjal lapar yang bergemuruh
sederhananya
aku ingin seperti mereka
mereka yang tak inginkanku

-Boyolali,2012-

Tegur yang Bergugur

aku gugur dalam acuh
kepada perkasanya angkuh
aku tak lagi lihai, lidah mengelu
harusnya kita tetap bertukar sapa
bahkan ketika kasih tiada

-Boyolali,2012-

Published with Blogger-droid v2.0.4

Kamis, 19 April 2012

Menyadur Tidur

Merebah di atas belati
Setengah matanya menghujam nyeri
Kuletak kan letih
Seharian aku panggul ia
Mengitari beberapa belulang
Yang mungkin ialah rusuk
Tempat pijar rasa tak lelah merasuk


Ku pukul lagi kapas kapas
Ku hantarkan ia harap
Melunaklah pintaku
Setidaknya kusinggahkan rasa padamu
Sembunyi sembari umpati sepi
Hantarkan aku wahai kapas kapas
Kepada ia bunga tidur




-Semarang, 2012-


Published with Blogger-droid v2.0.4

Rabu, 18 April 2012

Lukisan Tuhan

Terdengar samar samar
Ranting ranting yang berdenting  
di sela daun sedemikian ranum  
ada alunan setengah nada  
dari kicaunya burung  
bukanlah komposisi yang sumbang  
lebih kepada alam yang seimbang


Inilah anugerah
tentang syukur di setiap hembus angin  
Senyum yang tak segan mengembang  
dari lingkar bibir bunga bunga taman  
mudahlah Ia mencipta  
Namun mampukah kita  
menjaga?


-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.4

Jumat, 13 April 2012

Khianat

Ku ketuk ia semesta
Semata agar kata sampai di genderangnya
Tentang pilunya hati atas khianat
Layaknya bintang yang enggan
Bersanding dengan rembulan



Ini terlalu lekat
luka yang kau patri
adakah sempat bagiku
untuk menghardik ketiadaanmu?
atau kah ku ilalang
yang tertinggal hujan
dan ranggas merenggang
nyawa



-Semarang,2012-

Published with Blogger-droid v2.0.4

Tentara Tentara



kami untai harap di setiap derap
pagi,terik,hingga malam yang bergantian menjamu
ini mesiu,ia lah kekasih
yang kami hujamkan
ke ulu hati mereka
jika Tuhan ada di samping kami
lalu untuk siapa
mereka merangkai doa?



tak ada lagi esok
pikir kami

kalaupun ia bersudi hadir
ia hadir dengan sekelam - kelamnya sesal
bunga tidur yang anyir
seanyir mayat
yang pasti tak sudi tersayat



-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.4

Selasa, 10 April 2012

Kawan Juang

ini kebersamaan kita
baringkanlah sejenak pada belukar
di padang yang tak lagi terik
ketika senja memeluk barat
hingga sendu tak lagi tersirat


itu peluhmu
yang menari mengucur
di lekuk tebing tebing kening
ku seka dengan seriang riangnya canda
semata agar sejenak sakit mau menepi
hingga senyum simpul tak malu malu muncul
kaki kita sudah cukup jauh melangkah
sedikit melepuh tergerus arah
atau aral yang tiada bosan menghujam

tidak kah kita tumbuh segan?
kepada kaki kita
tidak kah hal ini normal?
di mana diri ingin berhenti
sekedar untuk merapikan
larik larik nafas

Kita berhenti di belukar
diantara semak semak kekar
menatap matahari
yang mulai letih berpijar
ku undang kantuk
ke pelupuk mata
lelaplah bersama senyap
karena esok kaki kan kembali
menantang hari

Published with Blogger-droid v2.0.4
-Semarang,2012-

Sabtu, 07 April 2012

Sebatang Pohon

Adalah sebatang pohon
yang tak terlalu kokoh
bahkan untuk kita berdua berteduh
memadu kasih
atau hanya untuk mengukir
dua nama di ketiaknya


Adalah sebatang pohon
yang masih saja sudi
tumbuhkan helai helai daun
di tengah terik yang bertubi tubi
di padang kering juga ranggas
di mana cinta tak mungkin bertumbuh
ruam luka yang hampir hampir melepuh


Adalah sebatang pohon
yang tak menghardik datangnya mereka
burung burung congkak
mematuk setiap harap dan asa
di  helai daun yang ia perjuangkan


Adalah sebatang pohon
Tak ada hal lain di relung angannya
selain rindu nya terhadap hujan
yang nyata  - nyata khianat kepadanya
dengan awan lah ia langkah
sisanya hanya semaraknya gersang


Adalah ssebatang pohon
Ia tak lagi menunggu
Ia mengilu
mati




-Boyolali, 2012-









menenun Langkah II

Selangkah demi selangkah
sesekali ku layangkan pandang
ke semua penjuru angin
adakah kau yang berlalu
nampak samar di seberang 
harapan yang karang
yang nyata - nyata 
telah ku genggam demikian erat
yang terus saja ku basuh
meskipun telah basah
darah yang enggan kering

Teruslah berjalan hardikku
namun kaki seketika menampar
dengan pilu pilu yang berkelakar
ia tak lagi hormat
atau aku terlalu memaksa 
untuk selalu kuat

Aku bisa saja mengakhirinya disini
Kutuntun saja para tangan
hujami keringnya kerongkongan
dengan pisau pisau yang berputus asa

Mau tak mau
Haruslah aku bertemu
Kepada ia
ia yang mungkin adalah air
yang beriringan tak beraturan dalam untaian hujan
atau ia lah jam
yang menghentak di setiap detak
ahhh persetan..
cepat cepatlah bertemu
kepada ia
yang kuingginkan sesuap kecup
yang kubutuhkan
untuk mengisi jiwa yang mengering
karena kenangan yang berkepanjangan
Cepatlah


-Boyolali, 2012-




Selasa, 27 Maret 2012

Menenun Langkah

Lihat seksama
ia yang ada di ujung jalan
merajam halang yang lalu hadang
merajut mimpi berapi api


Dia ambil beberapa langkah
dipungutnya ia segenggam remah
serasa cukup untuk sekali jalan
menyusun hasta demi hasta
setapak jalan yang tak selalu lapang
menguntai kata kata
merayu nasib agar sedikit ramah

ku pandang ia
sang semangat yang urung surut
bukanlah surya yang ia kejar
yang tak lelah segemerlapnya pijar
ataupun anggun rembulan
tawarkan hangat temaram malam

aku tak pernah tau
kapan ia memilih untuk singgah
ketika bertemu hati
yang tiada jemu menunggu
atau saat semangat
segan menderu menggebu
atau mungkin
ketika kaki kaki
enggan lagi melaju
aku
ia
tak pernah tau

-semarang,2012-

Published with Blogger-droid v2.0.4

Wanita Seberang Jalan

Kutambatkan pandang
pelan senyap  kudekap
semata agar sadar tak hinggap
dia yang menyebar pukau
menyilaukan
ruang ruang hati yang kedap

Adakah ia?
yang menawan di seberang jalan
menjadi pelabuhan singgah
tempat membasuh luka lalu
atau letih yang mengilu

Ataukah ia,
hanyalah segenggam semu
dari hati yang terlalu lama jemu

-semarang,2012-

Published with Blogger-droid v2.0.4

Senin, 26 Maret 2012

Layar

Adakah tumbuh harap?
bila kepak ku nyatanya tak terbangkanmu
 layar yang tak bimbing engkau
 secerah cerahnya impian



adakah yang salah?
apakah aku tak mampu
 ataukah kamu yang tak mau
 gelisah tak ijinkan ku tau
 sebuah pertanda
 untuk kisah yang tak mampu langkah



aku dayung keras arungi nasib
 ku tenggak harap untuk tumbuhkan
 secuil semangat
 sampan ini masih membawa serta
 ragamu
 ke dermaga yang ingin ku singgah
 di sanalah pemberhentian
 segala langkah



adakah yang ku mampu?
 jika nyatanya sampanku
 tak cukup lapang untuk hasratmu
 lalu datanglah ia sang pesiar
 merayu dengan semegahnya sinar

aku tetap harus ke dermaga ku
dan membawa ribuan kenang
 cinta yang tak lekang



-semarang,2012-
Published with Blogger-droid v2.0.4

Sabtu, 24 Maret 2012

Setengah perjalanan

naiklah ke pelanaku
yang kurajut dengan gelisah 

tentang mimpi yang mematri kenang
tentang berpalingnya engkau
ke cinta yang lebih lapang



naiklah ke pelanaku
yang nyatanya tak berikan 

sesimpul senyum di bibirmu
dan perasaan tak lebih layak dari kekang
lekang tercecer di jalan yang panjang



ku panggul bawaan kita
beberapa gundah, dan sekarung benci
yang harusnya ku buang jauh 

namun ego lah yang memaksa untuk memungut


pergilah
sebelum muak menyeruak
sebelum kasih menguap
menjadi perih



naiklah ke pelana nya
ketika hatimu
benar benar tak lagi singgah



-Semarang,2012-




Published with Blogger-droid v2.0.4

Malaikat yang Biasa Dipanggil Ibu

Adakah tempat lain
yang pantas kami sebut rumah
selain pangkuannya
Tempat bercucur tangis
Tempat berurai tawa

Seringkali dia seduh hangat kasih
dan kami teguk sesekali
lebih dari cukup
untuk sekedar membasahi keringnya riak
yang setiap saat berteriak menantang nasib
atau lebih dari sekedar mengusir jauh letih
dari hujam hujan hujatan

kami tahu sekarang
bahwa hidup menuntut juang
dan kami pun juga tahu
Dentum detik di mana dia berjuang
hanya agar kami merasakan 
apa itu hidup

Teruslah tersenyum
Dia yang kami ingin peluk
meski tak pernah letih meletihkanmu,
namuno kami mohon
teruslah mengajari kami
tentang apa itu hidup


*tribute to bu larso

-Semarang,2012-

Ruam rindu yang Terlalu Akut

ku panggil lirih kenangan
tak sampai detik singgah
ku mampu tatap kerlingannya
ku ajak ia
sebutlah kenang, rindu,atau apa lah
ke ruang pengap nan temaram
aku tak mencumbunya kali ini
hanya sekedar teman
merangkai keping keping cinta
yang telah karam


jika dia adalah semu
maka aku terlalu nikmat berendam kenangan
yang nyata nyata hanya hamparan garam penyedap
luka
dan nyata aku terlalu akrab dengan gelap
tuli akan persuasi persuasi positif
nalar yang kian pasif
kian rapuh tergerus terus menerus
oleh rindu yang terlalu masiv
kau tahu?
tidak tidak
kupikir kau tak akan tahu
rindu ini terlalu akut
laaknya kemarau yang parau
ataupun hujan yang mengujam


-Semarang, 2012-


Published with Blogger-droid v2.0.4

Sulitnya Terlelap Sama Sulitnya Dengan melupakanmu

ini karna lelap ingkar datang hingga
penghujung malam
mata tak mampu mengunus
bahkan untuk jalan yang jelas lurus
bagaimana ku melaju
jika hanya ranjang yang kurindu


**


lemah ku urai harap
yang lalu berkeping keping
meretas pening
ia yang bernama kantuk
di ia lah ku baringkan harap
untuk bertemu denganmu
wahai bunga tidur


**


semestinya ku arungi semesta pagi ini
berpeluh peluh rangkak
berpuluh puluh hasta
namun lekuk ranjang ini terlalu nikmat
ah tak apalah sekali waktu ku
bercumbu dengan kantuk lebih lama


-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.4