Sabtu, 29 September 2012

Pesawat

Pesawatku ini tercipta dari lekuk kertas

Ia begitu bersahabat dengan angin

Tiada perlu kincir ataupun turbin

Pesawatku hadir kapanpun engkau ingin


Pesawatku ini,

Segala harapan terbawa berselancar udara

Melihat kehidupan

Melewati lesung pipimu

Yang kuharap ia mampu membawa serta ke masa depan


Pesawatku ini begitu rapuh

Ia takut gerimis

Yang membuat miris sayap sayap tipis

Maka saat engkau sudi bersama kita rajut tempuh,

Kuharap tak hadir tangis meluruh


-Boyolali,2012


Published with Blogger-droid v2.0.6

Kalender

Sederet angka teratur

Cerita cerita tak henti susun mengalir

Kemarin,hari ini,esok

Adikku paling kecil paling suka warna merah

Semerah bibir manisnya yang basah

Di sana kami berbagi riang, berdansa di mulut karang

Celotehnya

Lingkaran lingkaran di pinggang angka

Ulang tahun ayah

Ulang tahun ibu

Hari jadi....

Bla bla bla

Semua tentang suka cita

Kecuali kehilangan,

Tetap saja kunikmati di tiap detik

Hari ini,berbulan lamanya

Namun kenangan

Tak pernah gagal membuatku begidik


-Boyolali,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

Sabtu, 22 September 2012

Ranting-Ranting Kering

Ranting mengering gugur daun terakhir

Kicau burung kabarkan duka

Berayun ke peluk angin semilir

Bukan emas,

Air menjadi barang mewah di tanah kami

Bukan air buah duka gundah gulana,

Air mata


Menyesapi terik yang tidak membuat haus melega

Menenggak bara layaknya tuak

Tak lebih menyegarkan dari jelaga

Ini kerongkongan meranggas mati

Sekering ranting yang sebetulnya tiada sudi

Daunnya tiada


Hujan rintik rintik

Jemarimu yang lentik

Semua begitu saja berlalu

Melahirkan rindu


-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

Jumat, 21 September 2012

Nyata dan Ilusi

Pagi ini mencerahkan

Dari sisa sisa nadir semalam

Embun seusai gelap

Ribun senyum sehabis sembab

Sehabis tangis

Duka hati yang sekarat

Datang dan pergi

Hidup juga mati

Aku

Dirimu

Nyata dan ilusi


-Semarang,2012


Published with Blogger-droid v2.0.6

Senin, 17 September 2012

Daun Kering

Ketika selayang pandang

Engkau sematkan ke sekitar,

Keindahan itu memiliki banyak arti

Dedaun yang bergugur

Semilir angin menegur,pelipis syukur

Jingga senja di barat merajut mega

Seseorang yang membuat hati sudi menunggu

Semoga tak lupa

Dimana pertama kali ia bercumbu


-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

Selasa, 11 September 2012

Kubur Kita

Adalah yang membuat matamu sembab

Kita seringkali terjerembab

Pada pertengkaran tanpa sebab

Padas batu,paras rupamu

Deru amarahku,mengadu

Api dan kayu bakar berseteru

Tiada manfaat bagi keduanya

Selain menjadi abu


Amarah memamah lembut desah rayumu dulu

Tak ada lagi "kita" diantara dua manusia

Rona lesung pipi terasa masam

Juga lekuk tubuhmu terlalu dingin

Bukti cinta tak lagi ingin


Begini saja,

Engkau tulis nisan tentang kenangan

Sedang aku gali kan kubur untuk semua perasaan

Untuk hal ini

Maukah engkau berteman?


-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

Keranda Kekal

Abu dari puntung bertabur haru abu abu

ku hisap dalam dalam campur kejut sembilu

siapa yang tau?

beliau yang masih sempat melayangkan ramah

senyum bersemilir rumah ke rumah

namun seperti petir menghunus terik siang

Ketiadaan menjemput lancang


Tangis anak anakmu

Berat hati istrimu

Duka kami,para saudara

Leburlah menjadi satu

Doa pengantar surga


-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

Senin, 10 September 2012

Tungku Dapur

Tiap pagi,
Ibu memulai hari
bersahabat dengan api
setengah mentari di pelupuk pagi
kemasi kantukmu nak,katanya berbisik
mencumbu hari lebih awal
sebelum pagi ranggas terbakar terik

Aroma bawang selesai rajam
kepada dada dan sayap pisau menghujam
sedikit garam dan cuka
yang kadang terpakai untuk menggarami luka

Semua berakhir di meja makan
di sana, semua bumbu tadi berubah menjadi harapan
dan doa serta syukur sebagai kudapan
aku cium keriput di telapak tangan ibu
harapan harapan dari tungku dapur
kujadikan semangat tiada  hancur



-Semarang,2012-





Minggu, 09 September 2012

Senja


Jadi, adakah yang lebih ramah selain langit senja?
Bersama sang kekasih, angin yang gemar menggelitik dedauan
Ia hadir setelah mentari memaksa keluh kesah
Meluncur deras dari mulut yang gerah
Ia hadir sebelum gelap meramu sunyi dan sepi
yang kemudian selalu saja tak pernah gagal
menikam tepat dengan segala gundah


-Semarang,2012-

Selasa, 04 September 2012

Jatuh Cinta

aku menjadi awan dalam kisah kali ini
sedang engkaulah tanah yang memikat
eros memanahiku
dengan busur parasmu
salahkan pada ia,
yang sering disebut "jatuh cinta"
atas semua rintik
setelah aku menghalangi terik
yang memaparmu
tiap detik

Jika mawar itu adalah hatimu yang merona
atau bebatuan bebatuan
perwujudan segala keteguhan
rintik ku tak seperti rintik tangis
ia tak jadikan hati melayu
atau teguhmu melapuk


-Semarang,2012-