Senin, 19 November 2012

Timur Matahari

Kami menuju timur matahari

Membunuh penat yang selama ini menggagahi liang bahagia

Melingkarkan sekali lagi senyum bibir yang nyaris tak bernyawa

Jalan mengular

Menyibak hutan yang tak lagi perawan

Kami menuju kota,di timur matahari


Hujan mengiring

Kenangan kelam mengering

Kami tidur dipangkuan bukit

Di atasnya ada beribu lampion

Yang tak habis jenuh engkau pandang

Setiap malam

Kami tertawa di pangkuan langit

Di atas bianglala juga wahana wahana

Sekejap luluhkan sedih yang remang

Kami menikmati kota,timur matahari


Kicau burung lembah cinta pagi hari

Semerdu celoteh sahabat dan jiwa jiwa tengah bernyanyi

Mengapa hari ini begitu cerah?

Bukankah matahari nampak malu-malu berselimut awan?

Senyum tawa tergantung di pucuk cemara jangkung

Bahagia terselip di jurang curam menikung

Lebih hangat dari matahari sehabis mendung

Kami menikmati kota,timur matahari


-Kota Batu,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

Jumat, 09 November 2012

Pengemis

pengemis tidak meminta harta

ia hanya mengingatkanmu, tentang surga

di telapaknya,rezeki orang orang dibagi

sebagai pembersih diri

di mulutnya,yang meminta iba

terselip doa

“masukkanlah ia,ke surga”


pengemis tidak meminta harta

janganlah engkau beri cerca

ia adalah pelajaran

yang tak tertulis di papan tulis

ia pelajaran

berulangkali diajarkan oleh guru mu

sang kehidupan


Pengemis tidak meminta harta

ia hanya ingin mengingatkanmu,

tentang surga


-boyolali,2012


Published with Blogger-droid v2.0.6