Kami menuju timur matahari
Membunuh penat yang selama ini menggagahi liang bahagia
Melingkarkan sekali lagi senyum bibir yang nyaris tak bernyawa
Jalan mengular
Menyibak hutan yang tak lagi perawan
Kami menuju kota,di timur matahari
Hujan mengiring
Kenangan kelam mengering
Kami tidur dipangkuan bukit
Di atasnya ada beribu lampion
Yang tak habis jenuh engkau pandang
Setiap malam
Kami tertawa di pangkuan langit
Di atas bianglala juga wahana wahana
Sekejap luluhkan sedih yang remang
Kami menikmati kota,timur matahari
Kicau burung lembah cinta pagi hari
Semerdu celoteh sahabat dan jiwa jiwa tengah bernyanyi
Mengapa hari ini begitu cerah?
Bukankah matahari nampak malu-malu berselimut awan?
Senyum tawa tergantung di pucuk cemara jangkung
Bahagia terselip di jurang curam menikung
Lebih hangat dari matahari sehabis mendung
Kami menikmati kota,timur matahari
-Kota Batu,2012-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar