Tukang cuci mengetuk pintu kami pagi pagi
Di sini ia mengais rezeki
Tangannya terampil
Membasuh hingar bingar semalam
Menjemur kering mengusir dendam
Noda noda meluntur
Nurani kami kian mengendur
Tukang cuci tidaklah sombong
Ia pergi dari pintu ke pintu
Lalu dan berlalu
Tanpa mengenang sebagai masa lalu
-Semarang,2012-
Published with Blogger-droid v2.0.6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar