Rinduku tersemai di musim semi
Jika engkau sudi datang kemari
Maka duduklah
Bukankah waktu selalu saja sombong
Ketika detik-detik,membuat jarak terlampau pelik
kulubangi dengan sabar
Hanya agar dapat mengintip kerut pipimu
Ketika engkau tersenyum
Apakah engkau tersemai
di musim semi ini,rinduku?
Aku lelah mengigil di lereng suar penantian
Ketika bahkan punggungmu tiada Nampak
Di lautan yang membawa engkau pergi
Jika engkau sudi kembali
Maka duduklah
Jangan pergi lagi, bersama musim semi
Semarang, 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar