Minggu, 22 April 2012

Menawar Maut

Ini pelataranMu
tempat jiwa jiwa termenung
dalam hening menunggu
siksa atas lumuran dosa
atau tenang
atas menggunungny amal
Harga yang harus terbayar
dari lalai yang beruntun




Aku terbalut takut yang akut
Aku yang lalai
mendekat rapat siksamu
disana aku terkulai

Datanglah kapan saja
wahai maut yang merenggut
datang lah kapan saja
di saat aku tak lagi memiliki rasa
datanglah



-Semarang,2012-

Published with Blogger-droid v2.0.4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar