Jumat, 13 April 2012

Tentara Tentara



kami untai harap di setiap derap
pagi,terik,hingga malam yang bergantian menjamu
ini mesiu,ia lah kekasih
yang kami hujamkan
ke ulu hati mereka
jika Tuhan ada di samping kami
lalu untuk siapa
mereka merangkai doa?



tak ada lagi esok
pikir kami

kalaupun ia bersudi hadir
ia hadir dengan sekelam - kelamnya sesal
bunga tidur yang anyir
seanyir mayat
yang pasti tak sudi tersayat



-Semarang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar