tuak tertenggak
kami tak rasakan melaju
luruh meluruh
mengaliri getir nadir
Kami lupa Tuhan
Terus teguk lah
kita nyaris sampai
pelipir damai,angin semilir
Tak lagi nalar tersirat
gelombang tiada seimbang
kami lupa Tuhan
-Semarang,2012-
Published with Blogger-droid v2.0.4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar