Jumat, 10 Agustus 2012

Aku Simpan di Tiap Relung


Aku sulut sebatang rokok di kamar ini. 
Yang mungkin akan keluar murka mu jika seandainya engkau tiba – tiba masuk, entah ingin menengok apakah aku telah terlelap, bercanda dengan mimpi – mimpi kecilku, atau sekedar mengusap dahi dan melempar sekecup cium untukku malam ini

Aku hisap sesekali
sambil membuka kembali album album lama penuh debu ini
lembar demi lembar ada cerita pendek perlahan beralun lirih menggoda kenangan di lubuk terdalam untuk menari nari bersamanya, 
menyelami masa lalu
mengarungi siluet siluet yang kini aku rindu

Ingatanku hinggap di ranting dahan
yang dedaunanya bergambar engkau sedah marah besar ketika aku beribu kali membangkang juga mengacuhkan tutur serta nasehatmu
juga ketika aku menangis sejadi  - jadinya, saat mereka menertawaiku, saat aku tak tau apa itu tegar
pelukmu adalah singgahku

Ibu,
Tak pernah aku benar  - benar membuat engkau menangis bahagia
tak bernah aku benar benar membuat engkau berucap kepada mereka,"Itulah anakku"
Sebongkah senyum simpulmu
gelegar gelegar amarahmu
derai derai airmata kecewa
juga alunan tiap suara dan tawa
jika engkau berkenan,
ingin aku gantung di relung - relung
agar bergemerincing riuh
menyemangatiku disaat datang keluh

Kemarilah,
andai ada sedikit waktu melepas surgaNya
jangan engkau, 
kali ini aku yang memelukmu
menciumimu penuh haru
hingga habis segala rindu



-Kediri,2012-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar