Jumat, 17 Agustus 2012

Kedua

     :untuk keponakanku yang belum bernama


Seperti hujan setelah kering semusim

seperti indah subuh

sehabis cekam semalam

engkau yang kini mungil

terbaring berselimut senyum

yang memang Penciptamu titipkan

untuk kado ibumu

untuk hadiah ayahmu

atau juga anugerah bagi kami

dunia sejenak haru


mungil tangan yang kini engkau miliki

mana mampu menggenggam dunia

mana sanggup menghantam seisi samudera

Namun Ia bukan Tuhan yang kikir

hadirmu,bahagia tak lelah terukir


kelak,

jika engkau cukup mampu tuk melihat,

nikmatilah semilir angin

kicau burung di halaman belakang

gemericik air sungai seberang

atau ranum mekar bunga taman

bersahabatlah dengan mereka

bergurau bersenandung

agar kelak jika waktu memaksamu dewasa

engkau tak menjadi perusak,

seperti pendahulu berhati sesak


tumbuhlah seiring dengan waktu

menangislah keras tak kenal takut

selamat datang,

selamat bersenang senang


-Malang,2012-


Published with Blogger-droid v2.0.6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar