:untuk keponakanku yang belum bernama
Seperti hujan setelah kering semusim
seperti indah subuh
sehabis cekam semalam
engkau yang kini mungil
terbaring berselimut senyum
yang memang Penciptamu titipkan
untuk kado ibumu
untuk hadiah ayahmu
atau juga anugerah bagi kami
dunia sejenak haru
mungil tangan yang kini engkau miliki
mana mampu menggenggam dunia
mana sanggup menghantam seisi samudera
Namun Ia bukan Tuhan yang kikir
hadirmu,bahagia tak lelah terukir
kelak,
jika engkau cukup mampu tuk melihat,
nikmatilah semilir angin
kicau burung di halaman belakang
gemericik air sungai seberang
atau ranum mekar bunga taman
bersahabatlah dengan mereka
bergurau bersenandung
agar kelak jika waktu memaksamu dewasa
engkau tak menjadi perusak,
seperti pendahulu berhati sesak
tumbuhlah seiring dengan waktu
menangislah keras tak kenal takut
selamat datang,
selamat bersenang senang
-Malang,2012-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar