yang pantas kami sebut rumah
selain pangkuannya
Tempat bercucur tangis
Tempat berurai tawa
Seringkali dia seduh hangat kasih
dan kami teguk sesekali
lebih dari cukup
untuk sekedar membasahi keringnya riak
yang setiap saat berteriak menantang nasib
atau lebih dari sekedar mengusir jauh letih
dari hujam hujan hujatan
kami tahu sekarang
bahwa hidup menuntut juang
dan kami pun juga tahu
Dentum detik di mana dia berjuang
hanya agar kami merasakan
apa itu hidup
Teruslah tersenyum
Dia yang kami ingin peluk
meski tak pernah letih meletihkanmu,
namuno kami mohon
teruslah mengajari kami
tentang apa itu hidup
*tribute to bu larso
-Semarang,2012-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar