penghujung malam
mata tak mampu mengunus
bahkan untuk jalan yang jelas lurus
bagaimana ku melaju
jika hanya ranjang yang kurindu
**
lemah ku urai harap
yang lalu berkeping keping
meretas pening
ia yang bernama kantuk
di ia lah ku baringkan harap
untuk bertemu denganmu
wahai bunga tidur
**
semestinya ku arungi semesta pagi ini
berpeluh peluh rangkak
berpuluh puluh hasta
namun lekuk ranjang ini terlalu nikmat
ah tak apalah sekali waktu ku
bercumbu dengan kantuk lebih lama
-Semarang,2012-
Published with Blogger-droid v2.0.4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar