tak sampai detik singgah
ku mampu tatap kerlingannya
ku ajak ia
sebutlah kenang, rindu,atau apa lah
ke ruang pengap nan temaram
aku tak mencumbunya kali ini
hanya sekedar teman
merangkai keping keping cinta
yang telah karam
jika dia adalah semu
maka aku terlalu nikmat berendam kenangan
yang nyata nyata hanya hamparan garam penyedap
luka
dan nyata aku terlalu akrab dengan gelap
tuli akan persuasi persuasi positif
nalar yang kian pasif
kian rapuh tergerus terus menerus
oleh rindu yang terlalu masiv
kau tahu?
tidak tidak
kupikir kau tak akan tahu
rindu ini terlalu akut
laaknya kemarau yang parau
ataupun hujan yang mengujam
-Semarang, 2012-
Published with Blogger-droid v2.0.4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar