ia yang ada di ujung jalan
merajam halang yang lalu hadang
merajut mimpi berapi api
Dia ambil beberapa langkah
dipungutnya ia segenggam remah
serasa cukup untuk sekali jalan
menyusun hasta demi hasta
setapak jalan yang tak selalu lapang
menguntai kata kata
merayu nasib agar sedikit ramah
ku pandang ia
sang semangat yang urung surut
bukanlah surya yang ia kejar
yang tak lelah segemerlapnya pijar
ataupun anggun rembulan
tawarkan hangat temaram malam
aku tak pernah tau
kapan ia memilih untuk singgah
ketika bertemu hati
yang tiada jemu menunggu
atau saat semangat
segan menderu menggebu
atau mungkin
ketika kaki kaki
enggan lagi melaju
aku
ia
tak pernah tau
-semarang,2012-
Published with Blogger-droid v2.0.4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar