baringkanlah sejenak pada belukar
di padang yang tak lagi terik
ketika senja memeluk barat
hingga sendu tak lagi tersirat
itu peluhmu
yang menari mengucur
di lekuk tebing tebing kening
ku seka dengan seriang riangnya canda
semata agar sejenak sakit mau menepi
hingga senyum simpul tak malu malu muncul
kaki kita sudah cukup jauh melangkah
sedikit melepuh tergerus arah
atau aral yang tiada bosan menghujam
tidak kah kita tumbuh segan?
kepada kaki kita
tidak kah hal ini normal?
di mana diri ingin berhenti
sekedar untuk merapikan
larik larik nafas
Kita berhenti di belukar
diantara semak semak kekar
menatap matahari
yang mulai letih berpijar
ku undang kantuk
ke pelupuk mata
lelaplah bersama senyap
karena esok kaki kan kembali
menantang hari
Published with Blogger-droid v2.0.4
-Semarang,2012-
:D
BalasHapuswehehe
BalasHapus