Abu dari puntung bertabur haru abu abu
ku hisap dalam dalam campur kejut sembilu
siapa yang tau?
beliau yang masih sempat melayangkan ramah
senyum bersemilir rumah ke rumah
namun seperti petir menghunus terik siang
Ketiadaan menjemput lancang
Tangis anak anakmu
Berat hati istrimu
Duka kami,para saudara
Leburlah menjadi satu
Doa pengantar surga
-Semarang,2012-
Published with Blogger-droid v2.0.6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar