Jadi, adakah yang lebih ramah selain langit senja?
Bersama sang kekasih, angin yang gemar menggelitik dedauan
Ia hadir setelah mentari memaksa keluh kesah
Meluncur deras dari mulut yang gerah
Ia hadir sebelum gelap meramu sunyi dan sepi
yang kemudian selalu saja tak pernah gagal
menikam tepat dengan segala gundah
-Semarang,2012-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar